Rabu, 01 Desember 2021
Follow Us ON :
 
 
| Kapolda Riau Terima Penghargaan Komisi Informasi (KI) Award Riau 2021. | | Diduga JPU Hadirkan Para Saksi di Rumah Ketua RT, Sidang Perkara Pungli Pasar SBP Ditunda | | Politisi PDIP Pelalawan Siagakan Satu Unit Ambulans Gratis Bantu Warga Asal Nias | | WPN Gelar Silaturrahmi dengan Kejari Pekanbaru | | Bupati Kampar Terima Zakat Produktif Sebesar Rp 300 Juta dari Baznas Provinsi Riau | | Bupati Kampar Tinjau langsung Pilkades Serentak di beberapa Kecamatan
 
DIDUGA TERIMA UANG RP. 7 MILYAR
Mantan Jampidsus Adi Toegarisman Disebut Terima Uang Korupsi Dana Hibah Koni 2018
Senin, 18-05-2020 - 09:33:23 WIB
Kapuspenkum Kejagung RI Hari Setiyono
TERKAIT:
 
  • Mantan Jampidsus Adi Toegarisman Disebut Terima Uang Korupsi Dana Hibah Koni 2018
  •  

    RIAUMONITOR.COM, JAKARTA - Asisten pribadi mantan Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, mengakui telah menerima uang suap dana hibah KONI. Suap ia terima dari mantan Bendahara Umum KONI, Johny E Awuy, yang ditujukan kepada Imam Nahrawi. Suap diberikan agar Kemenpora mempercepat pencairan dana hibah KONI tahun 2018.

    Sidang Korupsi dana hibah KONI tahun 2018 yang menyeret nama Imam Nahrawi bekas menteri Olahraga itu ternyata membawa nama mantan Jampidsus Adi Toegarisman yang diduga menerima uang Rp.7 Milyar seperti dilontarkan Miftahul Ulum saat bersaksi untuk terdakwa Imam Nahrawi pada persidangan di Tipikor, Jakarta, Jumat 7 Mei 2020.

    Menyikapi itu Kejaksaan Agung melalui Kapuspenkum Hari Setiyono mengatakan sejak berita itu berkembang, Jaksa Agung Muda Pidsus (Jampidsus) Ali Mukartono telah perintahkan jajarannya untuk melakukan pengumpulan data dan keterangan pihak terkait untuk membuka tabir dari ucapan Ulum tersebut.

    "Sejak adanya berita-berita tentang hal tersebut pada persidangan terdahulu, Jampidsus telah memerintahkan Tim Penyelidik untuk mengumpulkan data dan keterangan dari pihak-pihak terkait," ucap Hari kepada wartawan, belum lama ini.

    Namun dari data itu, lanjut Hari jajaran Pidsus Kejagung belum menemukan bukti-bukti adanya dugaan tindak pidana, sehingga pihaknya belum dapat meningkatkan perkara ke tahap berikutnya. Bahkan, untuk diketahui kata dia tim penyidikan perkara dugaan Tipikor dana hibah KONI tahun 2017 yang ditangani gedung bundar masih tetap berjalan.

    "Oleh Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jam Pidsus, kasus hibah KONI yang ditangani Kejagung masih tetap berjalan dan dalam proses pengumpulan bukti-bukti," ujarnya.

    Terkait keterangan Ulum bahwa dana untuk menyelesaikan perkara dari Kemenpora itu salah satunya berasal dari Asdep Internasional di Kejaksaan Agung yang biasa berhubungan dengan orang Kejaksaan. Ulum pun menyebut nama Yusuf atau Yunus, dan untuk personal yang masuk ke Kejaksaan Agung yaitu Fery Kono yang sekarang jadi Sekretaris KOI (Komite Olimpiade Indonesia).

    Menyikapi itu, Hari menekankan bahwa keterangan Ulum tersebut menurutnya tidak jelas karena tidak bisa membuktikan adanya penyerahan uang Rp. 7 milyar kepada Kejaksaan Agung terkait siapa yang menyerahkan dan siapa yg menerima.

    "Sehingga keterangan Ulum yang hanya menduga bahwa pak Adi Toegarisman menerima uang Rp. 7 milyar tidak ada bukti pendukungnya," tuturnya.

    Heri menambahkan dari keterangan yang digali tim penyidik gedung bundar terhadap pihak-pihak terkait, diketahui masih sebatas informasi sementara dan tidak menemukan bukti-bukti yang menguatkan nama eks Jampidsus Adi Toegarisman tersebut.

    "Tim Penyelidik sudah meminta keterangan pihak-pihak terkait dan tidak menemukan bukti-bukti adanya tindak pidana, keterangan yang didapatkan dari pihak-pihak terkait hanya katanya atau (testimonium de auditu)," papar Heri.

    Bahkan, kata Heri pada sidang terdahulu saksi Eny Purnawati selaku Kabag Keuangan KONI, saat itu mengaku hanya dapat informasi, dan setelah diklarifikasi Tim penyelidik ternyata yang bersangkutan tidak mengetahui dan hanya mengatakan katanya.

    "Jadi, pihak yang disebut Ulum sudah mengatakan tidak terjadi penyerahan uang itu maka keterangan Ulum tersebut tidak memiliki nilai pembuktian. Namun demikian tentunya Tim akan mendalami keterangan Ulum tersebut," ungkapnya.

    Saat disinggung apa langkah selanjutnya, atas pernyataan Ulum tersebut pada persidangan tersebut, apakah Kejagung akan melaporkan balik atas dugaan ujaran yang bersangkutan tersebut. Hari pun mengaku pihaknya belum mengambil langkah hukum tersebut.

    "Kita ikuti saja dulu dan kita hormati jalannya persidangan sambil menunggu hasilnya," tandas dia.

    Untuk diketahui pada persidangan terdahulu, Jumat, 17 April 2020 saksi Endang Fuad Hamidy Mantan Sekjen KONI menerangkan ada arahan dari Ulum agar menyiapkan uang Rp. 7 M.

    "Ada informasi dari Ulum untuk menyiapkan uang entertaint Kejagung, namun uang itu tidak jadi digunakan lantaran ada surat peringatan dari Inspektorat Kemenpora yang meminta KONI menyampaikan pertanggungjawaban atas pengeluaran pada dana hibah tahap pertama. Inspektorat belum menerima pertanggungjawaban dana Rp.7 M, Inspektorat mengancam jika tidak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya, maka dana hibah berikut tidak akan dicaikan. Pemberian tidak terjadi jadi uang Rp. 7 M itu sama sekali tidak digunakan" kata Hamidy.

    Sementara pada persidangan saksi Ulum pada Jumat 15 Mei 2020, Anggota majelis hakim Rosmina meminta untuk menyebutkan nama pihak lain yang diduga menerima aliran dana hibah tersebut.

    "Yang menyelesaikan dari Kemenpora itu salah satu Asdep Internasional di Kejaksaan Agung yang biasa berhubungan dengan orang Kejaksaan itu, lalu ada juga Yusuf atau Yunus, kalau yang ke Kejaksaan Agung juga ada Fery Kono yang sekarang jadi Sekretaris KOI (Komite Olimpiade Indonesia)," jawab Ulum.(PJ/Moi)



     
    Berita Lainnya :
  • Mantan Jampidsus Adi Toegarisman Disebut Terima Uang Korupsi Dana Hibah Koni 2018
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kapolda Riau Terima Penghargaan Komisi Informasi (KI) Award Riau 2021.
    02 Diduga JPU Hadirkan Para Saksi di Rumah Ketua RT, Sidang Perkara Pungli Pasar SBP Ditunda
    03 Politisi PDIP Pelalawan Siagakan Satu Unit Ambulans Gratis Bantu Warga Asal Nias
    04 WPN Gelar Silaturrahmi dengan Kejari Pekanbaru
    05 Bupati Kampar Terima Zakat Produktif Sebesar Rp 300 Juta dari Baznas Provinsi Riau
    06 Bupati Kampar Tinjau langsung Pilkades Serentak di beberapa Kecamatan
    07 BAZNAS Kabupaten Pelalawan Adakan Sosialisasi Zakat Maal Di Kecamatan Bunut
    08 Warga Resah ,Judi Togel Kembali Marak di Kecamatan Tenan Raya
    09 Unit Reskrim Polsek Siak Hulu Amankan 2 Pelaku Judi Togel di Desa Pandau Jaya
    10 Bupati Pelalawan Monitoring Pelaksanaan Pilkades Serentak Di Desa Kiap Jaya
    11 Bupati Kampar Dan Ketua DPRD Kampar Tandatangani MoU KUA PPAS APBD Kampar 2022.
    12 Catur : Kebanggaan Kita Harimau Kampar menjadi Motto Semangat Brimob.
    13 Walikota Dumai Tandatangani Deklarasi Anti Narkoba
    14 Pengurus DWP UP Kominfo Kampar Kembali Berikan 16 Sak Semen di Mesjid Mujahidin Bangkinang
    15 Bupati Kampar ; Terus Bangun Sinergitas Bangun Kampar yang Lebih Maju.
    16 BUPATI DAN WAKIL BUPATI PELALAWAN KUNJUNGAN KE DESA MAK TEDUH
    17 Walikota Dumai Serahkan Bantuan Bagi Masyarakat Penyandang Disabilitas dan Lansia
    18 Bupati Pelalawan Membuka Acara Pelatihan Koperasi Annisa Muslimat NU Pelalawan
    19 Bunda PAUD Pelalawan Sella Pitaloka Zukri, S.AP kukuhkan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Pelalawan
    20 Plt Kadis Pendidikan Pelalawan Resmi Mencabut Surat Edaran Tentang Ketentuan Pakaian Sekolah
    21 Bupati Pelalawan Lantik Pengurus Dekranasda Kabupaten Pelalawan Periode Tahun 2021-2026
    22 Penetapan Dan Pencabutan Nomor Urut Calon Kepala Desa Baru Kecamatan siak Hulu 2021
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Riau | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © MEDIA ONLINE - RIAUMONITOR.COM | INFORMASI UNTUK KEBENARAN