Kamis, 06 08 2020
Follow Us ON :
 
 
| Bupati Inhil jadi Pemateri Webinar | | Stakeholder Kecamatan Bunut Laksanakan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru  | | Bupati Inhil Tinjau Lokasi Bencana Longsor di Tembilahan Hulu  | | Fauzar Resmi Gantikan Said Syarifuddin Sebagai Penjabat Sekda Inhil  | | Bupati Inhil Secara Resmi Melepas Ekspor Perdana Pengiriman Kelapa Bulan  | | Bupati dan Awak Media Bupati dan Awak Media Sembelih Tiga Ekor Kerbau 
 
DPW MOI Riau: Minta Wako Pekanbaru Dan DPRD Pekanbaru Copot Plt Sekwan 
Jumat, 10-07-2020 - 12:07:15 WIB

TERKAIT:
 
  • DPW MOI Riau: Minta Wako Pekanbaru Dan DPRD Pekanbaru Copot Plt Sekwan 
  •  

    Riaumonitor.com, Pekanbaru - Viral dana publikasi media di Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Pekanbaru disinyalir jadi ajang korupsi. Betapa tidak, dana  publikasi media diduga digrogoti oleh instansi terkait, baik masalah tundak bayar yang pernah di lontarkan Rika selaku Plt Sekwan saat ini dan juga pembayaran publikasi kegiatan DPRD kota pekanbaru dari bulan januari hingga akhir Juni 2020, yang tak kunjung di bayarkan.


    Dana publikasi kerjasama media di DPRD Kota Pekanbaru yang menjadi sorotan publik saat ini. spekulasi dana publikasi kerjasama media, yang disinyalir digrogoti oleh oknum-oknum di DPRD Kota Pekanbaru menjadi perbincangan hangat dikalangan kuli tinta. Pasalnya, sebelum dan setelah terjadinya Covid-19 hingga viral di berita di berbagai media, pembayaran dan kerjasama media di Kantor DPRD Kota Pekanbaru, belum ada kejesan sampai saat ini dari Plt sekwan DPRD Kota Pekan baru alias bungkam. 


    Plt. Sekwan tiap di tanyak para pemilik media, Berdalih anggaran sedikit dan dipotong untuk dana Coviid-19, kegiatan kerjasama media untuk saat ini belum ada nanti pada APBDP, kita hanya fokus untuk pembayaran kerjasama yang sebelumnya karena masih banyak advertorial rekan-rekan media yang belum dibayar. Jadi kita lakukan “Tunda Bayar” dulu jelas Plt Sekwan merangkap Kabag Protokoler dan Publikasi DPRD Kota Pekanbaru, Badria Rika Sari diruang kerjanya. 


    Menurut Rika, pembayaran tunda bayar, bisa dilakukan kalau sudah lengkap persyaratan. Kalau tidak lengkap, tak mungkin dibayar karena untuk tunda bayar banyak prosesnya . Jadi kita selamatkan dulu tunda bayar yang kemarin karena tunda bayar tak mungkin dilakukan dua kali , jelas Rika. 


    Namun apa yang disampaikan Rika, hingga berita ini diturunkan, tunda bayar yang disampaikankanya, entah tundak bayar yang mana Rika Maksud. Seperti dijelaskan salah seorang wartawan yang tidak mau disebut namanya menyampaikan, bahwa itu hanya akal-akalan Rika saja, setiap ditanya wartawan selalu bilang tunda bayar, buktinya mana tunda bayar itu.


    Untuk menjumpai dia saja (Rika-red) susah dan banyak alasan, bagaimana mungkin tunda bayar berlangsung, bentar lagi sudah pembahansan APBD Perubahan, disitulah nanti mereka (DPRD Pekanbaru-red) buat kerjasama dengan wartawan itupun hanya satu advertorial aja supaya jangan ribut, selebihnya merekalah yang tau permainannnya, jawabnya kesal. 


    Hal yang sama juga disampaikan wartawan yang sering nongkrong di kantor DPRD Kota Pekanbaru, menyampaikan , “ Sudah tidak menjadi rahasia umum lagi jika kerjasama media di DPRD Kota Pekanbaru sangat sulit dan main “kucing-kucingan”. 


    Siapa wartawan yang disukai oknum di DPRD Kota Pekanbaru, itulah yang dapat . Yang lainnya…ribut dulu broooo, kata wartawan tersebut, seraya minta namanya jangan ditulis. Entar kita tidak dikasih Advertorial lhoooo, katanya sambil tertawa.


    Lanjut sumber, kalau dibilang wartawan yang meliput saat paripurna di DPRD Kota Pekanbaru tidak banyak jika dibandingkan yang meliput di DPRD Riau, jauh lebih banyak. Di kantor DPRD Riau, informasi setiap paripurna selalu terbuka tidak ada yang disembunyikan. sebaliknya kalau di DPRD kota Pekanbaru sepertinya tertutup dan kuat dugaan sudah ada yang mengkordinir seperti dugaan adanya grup whatsApp (WA) tersendiri dikalangan DPRD Kota Pekanbaru, jadi mereka hanya mengutus satu wartawannya saja. Yah…… , bagi wartawan yang tidak masuk dominasi kalau mau dapat harus adu mulut alias ribut sama ibu Rika.


    Anehnya kalau kita Tanya sama ibu (Rika-red) , “ Jawaban selalu belum ada, nanti kalau sudah ada kita telepon. Buktinya apa..? Kalaupun dapat itupun di HUT Pekanbaru, sekali dalam setahun. Sementara wartawan yang sudah terkordinir, bisa lebih dari satu, dua yang penting suka-suka merekalah. 


    Belum lagi pembayarannya tunai, lebih mantap kapan saja mereka bisa telepon untuk dijemput. Sementara kerjasama media di tempat lain sekarang ini tidak ada yang tunai semuai via rekening, jelas anggaran publikasi medianya. 


    Untuk tahun ini, dana publikasi media saja tak jelas. Alasan Covi-19 anggaran dipotong dan tunda bayar tapi saat ini belum ada pembayaran tunda kepada wartawan yang dicairkan. Tapi tidak taulah kalau tunda bayar diberikan kepada kroni-kroni anggota dewan, sekwan dan oknum tertentu yang mempunyai jaringan di DPRD Kota Pekanbaru, jelasnya. 


    Sementara itu Kabag Keuangan DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Reza ketika ketemu wartawan disalah satu media tidak banyak bicara , ketika disinggung seputar anggaran dana publikasi medai untuk tunda bayar tersebut, Tengku menyampaikan . “ Mohon maaf bu, saya tidak bisa menjawab karena masih ada atasan kita Bu Plt Sekwan, disini kita satu pintu, jadi mohon silahkan tanya kepada Bu Sekwan aja, supaya lebih jelas kata kabag keuangan DPRD kota Pekanbaru, jawabnya dengan singkat 


    Rony BT, Wakil Ketua DPW Media Online Indonesia (MOI) riau, saat di mintain tanggapannya oleh awak media. Jumat 10/7/20, lewat Tlp salulernya, menanggapi. Mengatakan, keluhan para pemilik media yang sangat viral di beritakan oleh jurnalis melalui media yang mereka naungin. Terkait dana publikasi media di sekwan DPRD kota pekanbaru yang saat ini di jabat Badria Rikasari. 


    DPW MOI Riau, meminta kepada Walikota Pekanbaru dan Ketua DPRD Pekanbaru, agar Badria Rikasari di copot sebagai Plt. Sekwan di DPRD Kota Pekanbaru. Karena kita melihat kinarja beliau selama ini membuat buruk nama institusi lembaga akibat ulahnya yang yang tidak transparan dengan pemilik media dan wartawan, seperti yang sering viral di beritakan teman-teman wartawan selama ini.


    Lanjut Rony, bukan kita tidak tau permainan Badria Rikasari selama ini, baik sebelum Plt Sekwan atau menjabat Plt Sekwan. Dan rekan-rekan wartawan kita tau sudah cukup sabar menghadapi gimana sikap Rika yang agak sombong dan arogan selama ini, yang merasa dia yang paling hebat di sekwan itu. 


    Maka dengan itu kita dari MOI, sangat berharap kepada Walikota Pekanbaru dan DPRD Pekanbaru, untuk menanggapi keluhan para pemilik media dan para teman-teman wartawan. Agar dalam waktu dekat memanggil dan mencopot Badria Rikasari sebagai Plt. Sekwan DPRD Kota Pekanbaru. "Tegas Rony".



     
    Berita Lainnya :
  • DPW MOI Riau: Minta Wako Pekanbaru Dan DPRD Pekanbaru Copot Plt Sekwan 
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Inhil jadi Pemateri Webinar
    02 Stakeholder Kecamatan Bunut Laksanakan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru 
    03 Bupati Inhil Tinjau Lokasi Bencana Longsor di Tembilahan Hulu 
    04 Fauzar Resmi Gantikan Said Syarifuddin Sebagai Penjabat Sekda Inhil 
    05 Bupati Inhil Secara Resmi Melepas Ekspor Perdana Pengiriman Kelapa Bulan 
    06 Bupati dan Awak Media Bupati dan Awak Media Sembelih Tiga Ekor Kerbau 
    07 Bupati Inhil Imbau Penerapan Protokol Kesehatan Saat Penyembelihan Hewan Kurban
    08 Adi Sukemi : “Gasing Olahraga Rakyat Yang Menyatukan Antar Generasi“ 
    09 Adi Sukemi : “Gasing Olahraga Rakyat Yang Menyatukan Antar Generasi“ 
    10 Dua Pasien Positif Covid-19 di Inhil Dinyatakan Sembuh
    11 Ketua Umum Muslimat NU Kabupaten Pelalawan Jalin Silaturrahmi Bersama PAC Muslimat NU Kecamatan Pela
    12 Pemerintah Kabupaten Pelalawan Serahkan BLT Kepada Masyarakat Di Kecamatan Bunu
    13 Pengeroyoan Sadis Terhadap FR Bu,ulölö, Anton Lepok Akhirnya Menyerahkan Diri Melalui Ketum IKNR
    14 Pengeroyoan Sadis Terhadap FR Bu,ulölö, Anton Lepok Akhirnya Menyerahkan Diri Melalui Ketum IKNR
    15 Pengeroyoan Sadis Terhadap FR Bu,ulölö, Anton Lepok Akhirnya Menyerahkan Diri Melalui Ketum IKNR
    16 Pengeroyoan Sadis Terhadap FR Bu,ulölö, Anton Lepok Akhirnya Menyerahkan Diri Melalui Ketum IKNR
    17 Pengeroyoan Sadis Terhadap FR Bu,ulölö, Anton Lepok Akhirnya Menyerahkan Diri Melalui Ketum IKNR
    18 Bupati H.M.Harris Kunker di Kecamatan Kuala Kampar Berikut Agendanya 
    19 Pasien M, Warga Sungai Rawa Dinyatakan Sembuh Covid-19 
    20 PT.Agro Abadi Bayar Upah Bongkar TBS Dibawah Standart Yang Sudah ditetapkan
    21 Pasien M, Warga Sungai Rawa Dinyatakan Sembuh Covid-19
    22 Kontak Erat Pasien M, Seorang Pria Warga Sungai Rawa Positif Covid-19 
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Riau | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © MEDIA ONLINE - RIAUMONITOR.COM | INFORMASI UNTUK KEBENARAN