Senin, 26 09 2022
Follow Us ON :
 
 
| Polda Riau Gerak Cepat Lakukan Penegakan Hukum Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Dilakukan Oknum Polwan | | Kapolsek Siak Hulu AKP Zainal Jalin Kemitraan Dengan Wartawan | | Kunjungan Tim Ro Rena Polda Riau ke Mapolres Pelalawan, untuk pembangunan mako Polres Pelalawan | | Reskrim Polres Dumai berhasil mengungkap Kasus Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan (Curat) | | Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto, S.H, S.I.K melakukan kunjungan dalam rangka bersilahturahim ke | | Sisihkan Gaji, Polantas di Riau Bedah Rumah Warga Kurang Mampu
 
Kasus Dugaan Korupsi Perjanjian Jual Beli BBM Non Tunai Rugikan Negara Rp 451,6 M Naik Penyidikan.
Kamis, 25-08-2022 - 09:05:15 WIB

TERKAIT:
   
 

RIAUMONITOR.COM,JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri meningkatkan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam perjanjian jual beli bahan bakar minyak (BBM) non tunai, antara PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) dengan PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) tahun 2009-2012 dari penyelidikan ke penyidikan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, peningkatan status ini berdasarkan hasil gelar perkara dan pemeriksaan saksi-saksi.

"Setelah dilakukan pemeriksaan saksi baik dari pihak terkait dan ahli-ahli, kasus ini dinaikkan menjadi penyidikan," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/8/2022).

Dedi menjelaskan, kasus dugaan korupsi ini berawal pada tahun 2009 sampai dengan 2012 PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) melakukan Perjanjian Jual Beli Bahan Bakar Minyak (BBM) secara non tunai dengan PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) yang ditandatangani oleh Diretur Pemasaran PT PPN dengan Direktur PT AKT.

Adapun proses pelaksanaan kontrak sebagai berikut, yakni tahun 2009 sampai dengan 2010 dengan volume 1.500 KL perbulan. Kemudian tahun 2010 sampai dengan 2011 PT PPN menambah volume pengiriman menjadi 6.000 KL perbulan (Addendum I). Selanjutnya tahun 2011 sampai 2012 PT PPN menaikkan volume menjadi  7.500 KL perpemesanan (Addendum II).

"Bahwa pada proses pelaksanaan perjanjian PT Pertamina Patra Niaga dalam tahap pengeluaran BBM, Direktur Pemasaran PT PPN melanggar batas kewenangan / otorisasi untuk penandatangan kontrak jual beli BBM yang nilainya di atas 50 M berdasarkan Surat Keputusan Direktur Utama PT Patra Niaga Nomor: 056/PN000.201/KPTS/2008 Tanggal 11 Agustus 2008 Tentang Pelimpahan Wewenang, Tanggung Jawab, Dan Otorisasi," katanya.

Dedi menambahkan, PT AKT tidak melakukan pembayaran sejak tanggal 14 Januari 2011 - 31 Juli 2012 dengan jumlah sebesar Rp 19,751,760,915,- dan USD 4,738,465.64 atau senilai Rp. 451,663,843,083,20.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, Direksi PT PPN tidak melakukan pemutusan kontrak terhadap penjualan BBM non tunai kepada PT AKT yang tidak melakukan pembayaran terhadap BBM yang telah dikirimkan dan Direksi PT PPN tidak ada upaya untuk melakukan penagihan. 

"Tidak adanya jaminan colateral berupa bank garansi atau SKBDN dalam proses penjualan BBM Non tunai sehingga PT PPN mengalami kerugian pada saat PT AKT tidak melakukan pembayaran terhadap BBM yang telah diterimanya sejak tahun 2009 sampai dengan 2012," ujarnya.

Dedi menuturkan, BBM yang belum dibayar oleh PT AKT kepada PT PPN berdasarkan data rekonsiliasi verifikasi tagihan kreditur pada proses PKPU N0. 07/PDT.SUS-PKPU/2016/PN.NIAGA.JKT.PST tanggal 4 April 2016, sebesar Rp. 451.663.843.083,20.

Berdasarkan data yang disiapkan akuntansi hutang piutang PT PPN diketahui volume BBM jenis solar yang sudah terkirim ke PT. AKT keseluruhannya adalah 154.274.946 liter atau senilai Rp. 278.590.775.399 dan USD 102.600.314.

"Berdasarkan hasil penyelidikan terdapat dugaan penerimaan uang oleh pejabat PT PPN yang terlibat dalam proses perjanjian penjualan BBM non tunai antara PT PPN dengan PT AKT. pada periode saat terjadinya proses penjualan BBM tersebut," ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, terdapat indikasi kerugian negara yang dihitung berdasarkan jumlah BBM yang dikeluarkan oleh PT Pertamina Patra Niaga kepada PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) sesuai dengan kontrak dan Addendum I, II yang belum dilakukan pembayaran, sehingga menjadi kerugian negara sebesar Rp 451.663.843.083,20.

"Penyidik pun melakukan gelar perkara dan memutuskan kasus ini dinaikkan statusnya menjadi penyidikan. Penyidik pun melakukan langkah-langkah selanjutnya dengan membuat rencana penyidikan, melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melakukan profiling kepada pihak-pihak yang diduga terlibat guna aset recovery," tutupnya.



 
Berita Lainnya :
  • Kasus Dugaan Korupsi Perjanjian Jual Beli BBM Non Tunai Rugikan Negara Rp 451,6 M Naik Penyidikan.
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Polda Riau Gerak Cepat Lakukan Penegakan Hukum Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Dilakukan Oknum Polwan
    02 Kapolsek Siak Hulu AKP Zainal Jalin Kemitraan Dengan Wartawan
    03 Kunjungan Tim Ro Rena Polda Riau ke Mapolres Pelalawan, untuk pembangunan mako Polres Pelalawan
    04 Reskrim Polres Dumai berhasil mengungkap Kasus Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan (Curat)
    05 Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto, S.H, S.I.K melakukan kunjungan dalam rangka bersilahturahim ke
    06 Sisihkan Gaji, Polantas di Riau Bedah Rumah Warga Kurang Mampu
    07 HUT Lantas ke-67, Kapolri Resmikan Program Prioritas ETLE Nasional di 34 Polda
    08 Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto, S.H, S.I.K melakukan kunjungan kerja ke Polsek Dumai Barat
    09 Jadi Perbincangan Publik PT Ruas Utama Jaya Anak Prusahaan PT Sinar mas Group,Siapa Di Belakang Nya?
    10 Tim Gabungan Polres Dumai bersama Pom TNI-AD, Kodim 0320/Dumai, PT. Kilang Pertamina Internasional (
    11 Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Dumai kembali berhasil membekuk 2 (dua) pelaku Pengedar Narkotika
    12 Memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke – 67 Tahun 2022, Satuan Lalu Lintas Polres Dumai meng
    13 Komisi I DPRD Kota Dumai Riau Warning PT Ruas Utama Jaya,Anak Perusahaan PT Sianar Mas.
    14 Polri Presisi Polda Riau Luncurkan Inovasi 11 Aplikasi Digital, Kapolda Riau Irjen Iqbal : Koridorny
    15 Ketua Bapera Kab.Rokan Hilir dan Ketua Bapera Bangko siap mendukung dan mengawal untuk Bupati Rokan
    16 Sejarah Baru Polda Riau Ungkap Kasus Narkoba, Amankan 203 KG Sabu dan 404.491 Butir Ekstasi
    17 Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Dumai kembali berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Pencurian Sepeda
    18 Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto, S.H, S.I.K pimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapol
    19 Satuan Lalu Lintas Polres Dumai menggelar Polantas Bersholawat dan juga Berbagi bantuan sosial.
    20 Satuan Lalu Lintas Polres Dumai menggelar Olahraga Bersama dan Safety Riding saat acara hari bebas k
    21 Buka MTQ Ke-XVIII Kecamatan Pinggir, Bupati Kasmarni Sampaikan Program Pembangunan Strategis
    22 Persiapkan Atlit Menuju Ajang Piala Kapolri 2022, Kapolda Irjen Iqbal Buka Kejurda Inkanas Riau.
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Riau | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © MEDIA ONLINE - RIAUMONITOR.COM | INFORMASI UNTUK KEBENARAN